Showing posts with label sepi. Show all posts
Showing posts with label sepi. Show all posts

Sunday, February 12, 2012

Abai : 27 Hari Lagi



Senja itu kaki melangkah ke dataran yang luas,duduk seketika di bawah satu pohon yang rendang.menikmati keindahan terbenamnya matahari tika itu.biasan warna jingga merah di langit kelihatan bagaikan seni abtsrak paling mahal,itu lukisan dari Tuhan.beburung terbang berkumpulan masing-masing ingin segera pulang ke sarang,itu tanda tetamu malam akan berkunjung.

Hembusan nyaman angin mendamaikan hati,kala ini segala gundah hilang bagaikan telah di bawa pergi oleh mentari tadi.langit biru mula berubah wajah menjadi kelabu dan kelam suasana menjadi semakin dingin.keramaian yang tadinya hingar dan bingit kini semakin senyap dan sepi.satu persatu melangkah pergi.

Saat itu aku juga turut bangkit dari duduk dan melangkah pergi membawa haluan yang tidak pasti.dengan membawa rajuk di hati yang tidak terpujuk,dataran ini aku tinggalkan sepi biarpun sang bulan sudah sedia menanti untuk bertemu janji.






Dalam tidak sedar

seringkali mengabaikan

dan di saat memerlukan

dia sudah hilang dari pandangan.....




Tuesday, August 9, 2011

Langit Menangis


Lewat senja itu merah merenung langit tinggi mengagumi biasan warna indah kala itu,perasaannya tenang dan damai.entah kenapa,tiba-tiba langit berubah murung beberapa ketika itu kedengaran amarah dari guruh.di selang seli dengan cahaya petir yang menggerunkan bagaikan halilintar.seketika itu langit menangis...menangis dengan galaknya diiringi tiupan kencang sang angin yang menggila.

senyum merah yang tadinya ceria kini berubah menjadi pudar warnanya.hilang serinya hilang indahnya.merah turut menangis menyelami perasaan sang langit senja tadi.mengerti akan sakitnya sang langit kala kehilangan kekasih hatinya sang matahari megah.hilang matahari,hilanglah cahaya hilang warna ceria hilang indahnya.hanya yang tinggal kegelapan malam mula menyelubungi bersama rasa sepi.....







sakit bila kehilangan

Thursday, August 4, 2011

Sepi Membunuh

Aku suka sepi
tenang aman dan damai
Tapi ada masa juga
aku tidak suka sepi

Ada masanya sepi buat aku sakit
ada masanya sepi buat aku kosong
dan ada pun waktunya
sepi buat aku merasa terasing

Bila sepi aku rasa keseorangan
rasa terpinggir jauh dari keriuhan
ada rasa sakit dari lubuk hati paling dalam
ini sepi yang buat aku rasa terbunuh!




rasa betul-betul terbunuh!


Friday, April 22, 2011

Suara Sial

Malam itu begitu gelap dan sejuk bulan terang mengambang penuh di dada langit.sesekali telinga menangkap sayup bunyi burung hantu yang mendongak langit menzahirkan kerinduan pada sang bulan.

Tika malam menjelma,rasa yang bersembunyi mula dizahirkan dengan keluh kesah.kesunyian yang dulunya dirasakan damai kini mula berubah menjadi ancaman paling kejam.rasa ini bagaikan menjeruk hati yang telah dikelar lalu direndamkan dalam pati limau yang telah dihiris bisa.

dalam sunyi begini suara-suara jahat mula berbisik menghasut meracuni fikiran yang sedang dalam luar sedar.hilang kawalan bila dendam kesumat mula menjadi tuan.terasa diri bagai dipatung-patungkan dikawal diarah sesuka hati.

dan bila siang pun menjelma kau kembali kepada realiti yang penuh dengan daki-daki kotor sang hipokrit.kala sang parasit mula berjinak-jinak menghampiri mangsa menanti hingga lupa lalu ia pun membaham menelan tanpa tinggalkan sisa.






Dalam situasi-situasi yang lainnya
kau berubah menjadi seorang yang lain.
-bukan diri kau-

Tuesday, April 19, 2011

Membunuh Jiwa




pandang ke langit kosong
ombak di pantai tak berperasaan
hujan yang turun tangisan
mentari yang menyinar hilang
seri bintang malap
indahnya bulan suram





malam itu gelap gelita sepi sendiri dingin membeku dan dia membungkus diri di sebalik gebar tebal itu.lutut dirapatkannya ke dada tangan memeluk tubuh terasa diri begitu terasing.dan tangisan sayu itu berlalu sehingga ke dinihari.sehingga mentari muncul semula dia tetap sendiri.







terlalu sepi boleh membunuh