Senja itu kaki melangkah ke dataran yang luas,duduk seketika di bawah satu pohon yang rendang.menikmati keindahan terbenamnya matahari tika itu.biasan warna jingga merah di langit kelihatan bagaikan seni abtsrak paling mahal,itu lukisan dari Tuhan.beburung terbang berkumpulan masing-masing ingin segera pulang ke sarang,itu tanda tetamu malam akan berkunjung.
Hembusan nyaman angin mendamaikan hati,kala ini segala gundah hilang bagaikan telah di bawa pergi oleh mentari tadi.langit biru mula berubah wajah menjadi kelabu dan kelam suasana menjadi semakin dingin.keramaian yang tadinya hingar dan bingit kini semakin senyap dan sepi.satu persatu melangkah pergi.
Saat itu aku juga turut bangkit dari duduk dan melangkah pergi membawa haluan yang tidak pasti.dengan membawa rajuk di hati yang tidak terpujuk,dataran ini aku tinggalkan sepi biarpun sang bulan sudah sedia menanti untuk bertemu janji.
Dalam tidak sedar
seringkali mengabaikan
dan di saat memerlukan
dia sudah hilang dari pandangan.....